Sebagai pemegang monopoli transportasi kereta api, sepertinya PT KAI mulai seenaknya sendiri dalam melayani public. Alasan menaikkan harga tiket dengan dalih demi meningkatkan pelayanan namun hanya sekedar isapan jempol belaka. Selain itu ketidaksinkronan antara petugas administrative dengan petugas lapangan tentu sangat menganggu pengguna kereta api. Seharusnya kenaikan harga tiket diikuti dengan pelayanan yang lebih memuaskan, bukan malah sebaliknya. Sarana dan prasarana kereta yang lebih memadai.
Pernah saya naik kereta “Senja Kediri” jurusan Jakarta-Kediri, saat perjalanan jendela kereta jatuh dan menimpa tangan saya. Tidak ada tindakan apapun dari pihak kereta api, bahkan untuk sekedar meminta maaf atas kejadian tersebut. Dan untuk memindahkan jendela yang terjatuh tersebut bahkan mereka menunggu disuruh. Sangat mengecewakan…
Pada 26 September 2010, saya akan naik kereta yang sama dari Jombang menuju Jakarta. Dari pihak PT KAI mengkonfirmasi bahwa dari Jombang saya bisa menumpang KA Sancaka dan turun di Kertosono kemudian naik KA Senja Kediri. Konfirmasi tersebut datang dari petugas loket dan petugas peron. Artinya saya tidak dengan atas kemauan saya sendiri menumpang KA Sancaka. Akhirnya saya naik KA Sancaka, tetapi hanya menumpang di depan toilet dan basah lantainya. Karena saya tahu saya hanya diijinkan menumpang. Ketika ada petugas tiket datang, saya ditanya tentang keabsahan saya menumpang kereta ini. Saya tunjukkan tiket dan ternyata petugas KA Sancaka tersebut menganggap saya penumpang illegal. saya katakan bahwa saya naik kereta ini sesuai dengan rekomendasi petugas loket dan peron, namun dia bilang “ Saya tidak mau tahu apa yang terjadi di bawah (di loket) kami beda urusan. Yang di bawah pun tidak tahu menahu tentang yang ada di kereta. Saya yang berkuasa diatas kereta jadi saya yang berhak menentukan. Jadi sekarang daripada ribut anda saya tarik uang Rp 5000,- sebagai ganti ongkos bus.” What the hell?! Ini jelas suatu pemungutan liar. Karena kami keberatan, dia mengancam akan menyita tiket kami untuk disahkan agar kami tidak bisa berangkat ke Jakarta. Petugas yang sangat tidak professional.
Bagaimana bisa suatu pekerjaan dapat berjalan sempurna bila tidak ada sinkronisasi antarpetugas. Mungkin benar bapak kondektur yang terhormat tidak tahu tentang keadaan yang dibawah namun sebuah system seharusnya mempunyai sinkronisasi dan tetap merupakan suatu kesatuan. Dan sangatlah arogan bapak mengatakan bahwa diatas kereta ini, saya yang berkuasa!!! Sebagai pengguna jasa PT KAI saya sangat kecewa dengan ulah petugas tersebut. Pungutan liar dan kearoganan dia bisa merusak citra PT KAI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar